
Pada pertemuan pertama kelas Teknologi Komunikasi yang diampu oleh Pak Ali Rokhman, beliau membahas mengenai kemajuan teknologi informasi dan komunikasi.
Seorang mantan asisten Komisaris Pendidikan bernama John Naisbitt telah memprediksikan teknologi masa depan dalam bukunya, Megatrends 2000 yang diterbitkan pada 1982. Beliau mampu memprediksikan bagaimana keadaan 18 tahun kedepan. Dan benar saja bahwasannya prediski beliau terjadi benar adanya. Prediksi Naisbitt salah satunya; Komputer akan menghuni setiap rumah, terbukti saat ini bahkah satu rumah bisa memiliki 2-3 komputer maupun laptop.
Masyarakat yang hidup pada abad ke-20an pasti merasakan
dampak yang ditimbulkan dari perkembangan teknologi itu sendiri. Penemu
Microsoft, Bill Gates (1997) mengatakan bahwa kita sedang melintasi batas
teknologi yang merubah gaya hidup kita, mulai dari belajar, bekerja, berteman
dan berbelanja.
Teknologi mempengaruhi cara hidup kita yang tidak dapat kita
kenal sebelumnya, contoh konkrit yang terjadi disekitar kita adalah kemudahan
berbelanja dengan satu genggaman. Saat ini online shopping sudah marak di
mana-mana. Tidak bisa dipungkiri, segala kebutuhan ada di sana. Kebanyakan
orang, terlebih yang tidak memiliki banyak waktu, memilih belanja online
ketimbang langsung ke toko. Hal ini bisa kita lihat dari mulai sepinya pusat
perbelanjaan elektronik karena banyak orang yang berpindah menggunakan belanja
online.
Melihat sejarah, smartphone mulai banyak digandrungi ketika
blackberry mengeluarkan ponsel pertama yang bisa mempermudah pengguna e-mail
dalam bertukar pesan. Kepopuleran Blackberry karena kala itu Presiden Amerika
Serikat, Barack Obama menggunakan Blackberry sebagai ponselnya.
Pada tahun 2007, Apple mengeluarkan iPhone kemudian disusul
Google yang mengeluarkan Android pada tahun yang sama. Persaingan pun dimulai,
masyarakat yang menentukan ponsel mana yang menjadi andalan mereka.
Seiring perubahan zaman, kemajuan teknologi terus berkembang
pesat. Pada tahun 2013 Android berhasi menguasai Asia Tenggara. Sebanyak 12,8
juta smartphone Android berhasil memikat hati masyarakat Asia Tenggara.
(sumber: detik.com)
Hasil data www.pcmag.com, pada tahun 2016 Android
lagi-lagi berhasil bertengger di urutan pertama, sedangkan blackberry
tertinggal sangat jauh. Inovasi terus dilakukan oleh setiap perusahaan demi menjadi
target masyarakat luas. Namun nampaknya masyarakat sudah kurang minat dengan
blackberry karena harga yang mereka tawarkan tidak sebanding dengan fitur yang
ada. Sedangkan Android, kini bisa didapatkan dengan harga terjangkau dan dapat
berbagai macam fitur yang mencengangkan. Sempat ditawar Rp. 90-an Triliun oleh
Samsung dan Windows, Blackberry dengan angkuhnya merasa harga tersebut masih
kurang mahal.
Pada Mei 2008,
Bill Gates, Bapak Microsoft ini berkunjung ke Jakarta. Dalam presentasinya
beliau mengatakan bahwa perkembangan teknologi akan menyebabkan:
1. Convergence:
Gabungan berbagai hardware yang tadinya terpisah dan memiliki fungsi
sendiri-sendiri sekarang menjadi 1 genggaman saja. Misalnya radio dan sms, kini
kita hanya perlu menggunakan satu perangkat untuk bisa menikmati keduanya.
2. Connectedness:
Manusia bisa saling berinteraksi tanpa mengenal ruang dan waktu. Di manapun,
kapanpun, dengan siapapun, dengan alat apapun.
3. Natural
Interface: Alat yang bisa menghubungkan suatu perangkat dengan perangkat lain.
Perangkat tersebut dapat terhubung karena adanya perintah manusia. Misalnya
saat ini remote dan televisi, komputer dengan keyboard, bahkan saat ini HP
sudah bisa menyalakan AC maupun TV.
4. Paperless: Era
ini, penggunaan kertas sudah mulai diminimalisir, terbukti dengan pindahnya
kebiasaan berkirim surat yang kemudian digantikan dengan berkirim e-mail, ujian
nasional menggunakan komputer dan lain-lain. Semua mengikuti perkembangan
zaman, hal ini juga membantu kelestarian lingkungan.
Perkembangan
teknolog yang mudah ini sangat membantu manusia dalam menyelesaikan pekerjaan. Namun,
saat ini banyak sekali anak muda yang tidak menggunakan teknologi sesuai dengan
keperluan mereka. Batas yang makin kabur membawa dampak buruk bagi anak remaja
yang kecanduan, sangat sulit membedakan antara bermain, belajar, bekerja,
berbisnis, berdakwah, termasuk bermaksiat.
No comments:
Post a Comment